Alhamdulillah, akhirnya menang juga kontesnya. Sekarang gak lupa ngecek email lagi, hehehehe. IHIIIIR, bisa beli HP baru, nayamul.
I nailed it!
P.S: Sayang, I love you..
Alhamdulillah, akhirnya menang juga kontesnya. Sekarang gak lupa ngecek email lagi, hehehehe. IHIIIIR, bisa beli HP baru, nayamul.
I nailed it!
P.S: Sayang, I love you..
Well, akhir-akhir ini aku jadi semakin memburu uang. Bagus sih, work hard, tapi sepertinya nggak work smart.
Aku jadi nggak bisa ngebedain antara desainku yang emang bagus, ato klien-klien itu yang emang bad taste. Kok gitu? Lha gimana, gara-gara orientasinya pengen dapet duit thok, banyak dan cepet, akhirnya desainnya kilat, gak pake riset-risetan (meski brainstorm dikit). Eeh, tapi gitu kok ya kliennya doyan.
Hihihihi, aneh.
Ya wis, belajar terus aja lah. Aku bersyukur banget, meski toh nggak langsung dapet duit sekarung mak bruk, tapi masih ada pemasukan. Ada aja yang ngasih duit, bikin poster lah, logo lah, brosur, ato duit gratisan dari kakang-mbakyu yang baik hati, hahaha. Alhamdulillah.
P.S: Sholat Ro! Ojok lali!
When you lost something, you gain something.
Dari dulu aku inget omongan yang kucomot dari dorama itu.
Makanya, aku jadi nggak suka berlarut-larut dalam kesedihan jika ditimpa musibah, ato berhedon-hedon ria jika diberikan rizki yang lebih. Apapun itu, bersyukurlah. Trus diambil hikmahnya.
Apa sih, kok tiba-tiba gini?
1. Dua kali ditilang gara-gara helm gak standar.
2. Dua kali kehilangan kesempatan dapet dollar.
T_T
Sebenarnya aku ingin menuliskan banyak cerita di sini (dan di NLU). Tapi akhirnya terlalu banyak hingga tidak banyak yang tersisa di memori. Lupa. Hehe.
Jadi, untuk memulai lagi, setelah cukup lama hiatus, aku akan memulai dengan satu kalimat ini:
I really am a huge fan of Yulianita Rizki Damayanti!
Hehehehe, geje. *Bah!*
Kiki cantik banget, first. Pinter bikin kue-kue prenthil-prenthil buat lebaran, second. She loves me, third. Dan 3 alasan itu udah bikin aku ngefan berat.
P.S: Pernah liat twitterku (iya, sekarang akhirnya bikin twitter juga)? Di bagian kanan bio-ku namanya terpampang di situ. Hehehehe.
Tadi siang aku nonton Oprah. Dia lagi bahas Blue Zone, bareng pemrakarsanya sama ada Dr. Oz juga.
Yang menarik adalah ketika pemrakarsanya itu cerita tentang kunjungannya ke Okinawa, sebagai salah satu Blue Zone di bumi ini, di mana orang-orang di sana hidup ayem tentrem hingga usia tua. Nah, sebelum balik ke Amrik, dia minta nasehat sama orang sana, apa resepnya supaya umurnya panjang.
Kata orang Okinawa, yang berhasil kurekam tadi, adalah satu, carilah teman sebanyak-banyaknya. Katanya, ketika usia kita bertambah dewasa, tambah tua, ketika kita semakin dijejali banyak masalah hidup maka punya teman banyak akan sangat sangat meringankan beban hidup kita. Bisa curhat, main gaple, bikin grup jompo, jalan-jalan bareng, mandi di onsen bareng (weits, ini kutambahin sendiri berdasar adatnya orang-orang jompo Jepang ^^), dan lain-lain.
Ini cuman perasaanku saja, atau memang setiap Ramadhan waktu maghrib selalu datang lebih cepat, dan waktu subuh selalu datang lebih lambat di Indonesia?
Memperhatikan?
Ada yang punya jadwal sholat sepanjang tahun?
YouTube – now unblocked!
YATTTTTTAAAAAA!
Dulu, nggak bisa ngakses YouTube di kampus karena diblok sama Squid alias Penjaga Cumi ITB. Sekarang, ternyata akses ke YouTube udah dibuka!
HOREEEEEEEEEEEE!
Setelah jengkel benerin printer gak bisa-bisa akhirnya nonton video demo-demo Aikido di situ. Kakakakakakakakak!
BUANTER POL! MAK NCRUUUUUUT!
O Sensei, Morihei Ueshiba, pendiri Aikido, tuwek-tuwek mbois rek, bisa dilihat di video (sing tuwek pisan) di sini, di sini, dan di sini.
Si Steven Seagal lawan 4 orang nih, di sini
P.S: Aku lihat wajahnya O Sensei itu kok jadi inget film horor Indonesia jaman kolo bendu yo. Bayi Ajaib, tentang bocah super yang jadi kuat karena dirasuki arwah orang tua (yang mirip Morihei Ueshiba) gitu. Hihihihi
Hihihihi.
Blunder menyenangkan hari ini :
Si nduk salah kirim SMS kangen-kangenan.
Seharusnya ditujukan ke aku, eh malah dikirimkan ke ibunya.
Hihihihi.
Ini namanya jalan yang ditunjukkan Allah.
Kejutan yang menyenangkan.
Atau malah mengerikan?
Hihihihi.
Kita lihat nanti.
P.S: Sebenernya kita, aku dan dia, masih setengah-setengah backstreet. Ya gitu deh, salah kirim SMS gini jadi bukan perkara yang kecil.
Aku lagi ganteng-gantengé rek.
Rambut gondrong yang pas dengan kontur muka,
jerawat pada kering, gak muncul gedhe-gedhe,
jenggoten, tapi gak kumisan,
tubuh fit, batuk-batuk dikit tapi gak papa,
MACHO ABIS!
Sayang, gak ada digital kamera,
gak bisa foto narsis trus dipajang di fesbuk.
Maksudku ben si nduk bisa mbanggain pacarnya dikit gitu lho.
WUAHAHAHAHAHAHAHAHA!
Alhamdulillah.
Segala puji dan syukur untuk-Mu ya Allah.
Temanku berujar, Rukma is a good man.
Good man.
Kriterianya apa?
Dengan semakin seringnya aku membaca wacana sakit hati di novel, di fesbuk, di blog, di koran, di mana-mana, maka mau tak mau aku jadi mikir, jangan-jangan ada orang-orang di sana yang merasa tersakiti olehku. Tanpa sadar aku menyakiti mereka. Aaah…
Namun, Alhamdulillah, masih ada satu yang berujar seperti itu. I’m a good man. Aaah, terima kasih teman. You are a good man too..far better than me…
P.S : Yang, aku belum pernah bohong meski cuma sekali sama kamu lho, masa’ kamu nggak muji aku good man juga sih?