Kuliahku emang gak niat. Tapi, semua selain itu, I gave and will give them a full shot. Entah itu being photographer, illustrator, aikidoka, boyfriend, future husband…
So just wait, hunn… A little longer.
Kuliahku emang gak niat. Tapi, semua selain itu, I gave and will give them a full shot. Entah itu being photographer, illustrator, aikidoka, boyfriend, future husband…
So just wait, hunn… A little longer.
Lho, ternyata kedlinges yang dulu itu, habis nabrak angkot yang dulu itu, masih ngefek sampe sekarang.
Kemarin malem akhirnya terpaksa nggak latihan Aikido gara-gara punggungku salah urat lagi. Hari Senin pagi (dengan begonya) latihan jatuhan dan ukemi alias roll ke depan tanpa pemanasan dahulu. Bangun tidur pagi langsung koprol-koprol geje.
Jadilah, kedlinges, part three.
Tapi kupikir-pikir, dengan posisi nyeri dan linu yang sama, akhirnya aku ngambil kesimpulan ini adalah babak selanjutnya setelah kedlinges gara-gara abis nabrak angkot dulu itu. Sepertinya sih begitu, sakit yang dulu itu belum sempat dibawa ke tukang pijit. Ugh. Dudul kowe Ro!
Jadi begini, Aikido yang kuikuti itu adalah aliran Yoshinkan/Shudokan. Aliran ini adalah aliran lama yaitu sebelum Perang Dunia II.
Berdasarkan fakta itu, aku mikir bahwa aliran ini adalah aliran Aikido yang lembut, karena periodenya lebih lama, lebih asli. Dan ternyata, aku salah.
Crap!
Yang pengen kugeluti itu sebenarnya adalah Aikikai, aliran yang langsung dari O-Sensei, Morihei Ueshiba, yang dikembangkan setelah Perang Dunia II (mbuh gimana sejarahnya, pokoknya ini yang ternyata yang lebih asli dari pendiri Aikido). Aikikai itu lebih lembut, gerakannya mengalir, hampir mirip Taichi. Nah, itu yang aku suka sebenarnya. Pokoknya tau-tau diputer-puter terus musuhnya terbang njengkang aja. Asik wis pokoknya itu. Sakti mbois abis.
Sedangkan Shudokan itu lebih linier, lebih keras (tau sendiri kan, beda jaman, waktu itu kan masa perang), lebih taktis. Meskipun toh tidak bak-buk-bak-buk seperti Judo, Jiu-Jitsu, atau Karate, tapi gerakannya yang mengalir sedikit dikurangi, gerakannya lebih praktis. Makanya, Shudokan ini diajarkan untuk pasukan bela diri Jepang.
Dan dari pengamatanku selama latihan ini, memang tampaknya demikian. Shudokan itu lebih linier, gak mbulet-mbulet.
Oalah, nasibku rek, ya wis lah, wis kadung nyemplung, didalami aja. Lagian dojo Shudokan di Bandung ini adalah satu-satunya dojo di Indonesia, ada sauna sama jacuzzi-nya lagi, gak popo wis, gak rugi.
Satu lagi, Aikido itu kemungkinan besar gak bakal bikin badan jadi kekar, manol-manol. Karena memang inti sari gerakannya adalah dengan sesedikit gerakan mungkin, seefektif mungkin untuk melumpuhkan lawan. Cocok wis gawe wong males koyok awakku. That’s why I decided to join this art! Hwahahahahaha.
Pemanasan itu PENTING!
Entah karena sudah 10 tahun lebih nggak latihan gelut-gelutan atau karena kemarin dateng latihan Aikido terlambat hingga akhirnya nggak sempat ikut pemanasan, sekarang badanku jadi linu semua.
Mulai dari paha, betis, pinggang, perut, dan leher, njarem kabeh .
Remek.
Mulanya, saat daftar Aikido minggu lalu itu, aku sempat ragu. Latihannya kok kelihatannya enteng, koprol-koprol, latihan jatuh, banting-bantingan, kunci-kuncian, cuman gitu aja, kok nggak sekeras dulu saat masih ikut pencak silat. FYI, waktu ikut silat itu, kita yang masih SD udah disuruh lari muterin Universitas Brawijaya, diinjek-injek perutnya, koprol-koprolnya di rumput, bukan di matras kaya kemarin itu, dsb. Sepadan gak ya, dengan iuran segitu trus latihannya hanya sejam lagi, pikirku.
Tapi ternyata, it’s HARDER than what I thought! Baru setengah jam, aku udah mandi keringat, kaki dan tanganku gemetaran waktu kuda-kuda. Crap! Ngisin-ngisini. Cap Coro tenan!
Di atas itu semua, it’s FUN! It’s really fun! Lumayanlah, biar perutnya agak kempes dikit, sekalian detox biar gak jerawatan.
Aaaah, ternyata sama aja ujung-ujungnya, aku juga generasi Bo’im. Bogoh ka image, mengagung-agungkan nilai imej diri. Niatnya kan kemarin kayak gini. Kakakakakakakak :p
YouTube – now unblocked!
YATTTTTTAAAAAA!
Dulu, nggak bisa ngakses YouTube di kampus karena diblok sama Squid alias Penjaga Cumi ITB. Sekarang, ternyata akses ke YouTube udah dibuka!
HOREEEEEEEEEEEE!
Setelah jengkel benerin printer gak bisa-bisa akhirnya nonton video demo-demo Aikido di situ. Kakakakakakakakak!
BUANTER POL! MAK NCRUUUUUUT!
O Sensei, Morihei Ueshiba, pendiri Aikido, tuwek-tuwek mbois rek, bisa dilihat di video (sing tuwek pisan) di sini, di sini, dan di sini.
Si Steven Seagal lawan 4 orang nih, di sini
P.S: Aku lihat wajahnya O Sensei itu kok jadi inget film horor Indonesia jaman kolo bendu yo. Bayi Ajaib, tentang bocah super yang jadi kuat karena dirasuki arwah orang tua (yang mirip Morihei Ueshiba) gitu. Hihihihi
Agar sehat.
Biar kuat.
Amar ma’ruf nahi munkar.
Untuk melindungi diri sendiri.
Untuk mengayomi orang yang disayangi.
Bismillah.
Mulai Selasa depan. Ikut latihan Aikido.
Duwitku langsung terkuras untuk pendaftaran sama iuran satu bulan T__T.
Tunggu sepak terjangku di Shudokan! OSU!