Change

Lucu.

Karena dari dulu, setiap kali aku berpikir bahwa aku harus berubah, aku tidak tahu entah harus bagaimana, harus mulai dari mana.

I have to change, I know why, but I don’t know how!

Kalaupun aku sudah bisa sedikit demi sedikit memulai hal yang baru, yang lebih baik, di luar kebiasaan atau karakterku selama ini, perubahan itupun takkan lama. Seperti ada kekuatan yang besar, yang berulang-ulang menjerumuskan kembali ke lubang kelam yang sama.

I’m a coward. Thinking about that makes me kinda sad.

Koneksi

Bisnis iku jane mung perkara telu iki lho:

1. Ide
2. Implementasi
3. Koneksi

Wis iku thok.

Trus lalapo se kok digawe angel-angel nemen? Dipikir sampe ngelu, sing ditemu malah keruwetan-keruwetan, ujung-ujunge mung jalan di tempat. Wis talah mlakuo sik, lik wis trus mlayu, lik wis isok mlayu baru mabur. Masalah ngko bakalan ceblok koyok pesawat Merpati, yo ngko wae, dipikir lik wis arep utowo bar ceblok! ;D

Ayok mlaku!

Tabir

Orang yang terlihat kuat, sesungguhnya hanya karena Allah menutupi kelemahannya, kekerdilannya.

Orang yang kaya, itu pun karena Allah menutupi semua kemiskinannya.

Orang yang teladan, yang terpuji, juga karena Allah rela menutupi segala aib dan kekurangannya, kemaksiatannya.

Apabila semua tabir itu dibuka, maka hidup pun berputar 180°. Naudzubillah.

Nggak usah sombong.

Kisahku Hari Ini

Ijinkan aku menghela nafas terlebih dahulu.

*sigh*

Jadi begini, kisahku dimulai dari perkara skripshit. Skripsiku membutuhkan aplikasi yang mesti berjalan di platform Windows XP. Tidak bisa tidak. Aku sudah mencoba menginstal di Windows 7, compatibility mode, dan tetap gagal.

Akhirnya aku memutuskan memasang dual operation system, Seven dan XP. Kuinstal XP di sebuah drive kosong di hardisk kedua. Oke, finish, Windows XP jalan. Terdeteksi tanda keanehan: pilihan booting tidak muncul.

Apes pertama: Windows 7 gak jalan! Damn.

Kuutak-atik settingan boot di Windows XP, kusetting boot priority di BIOS, tetap tidak mempan. Windows 7-ku gak bisa dibooting. Akhirnya kuhapus Windows XP, dan masih juga tidak bisa boot Windows 7! Dabuk!

Akhirnya ngobrak-abrik DVD dan nemu installer Windows 7. Kuinstall.

Apes kedua: salah install Windows 7 32-bit!

Apes ketiga: DVD installer Windows 7 64-bit punyaku raib entah ke mana!

Apes keempat: persediaan DVD blank-ku habis! Akhirnya keluar dan beli satu DVD.

Install Nero lantas bakar DVD, aku make Windows 7 dari Ukas yang katanya sudah final release, bukan RTM. Selesai, lalu kuinstall.

Apes kelima: listrik dimatikan, perbaikan karena ada yang korslet di salah satu kamar kost. Teknisi datang untuk membenahi jaringan listrik di dalam loteng. Aku menunggu lumayan lama.

Lantas listrik kembali tersambung.

Apes keenam: Windows 7-nya ternyata versi Enterprise! Bukan Ultimate. Busuk! Salah install lagi! Ukas nggapleki infone.

Apes ketujuh: tadi cuman beli satu DVD, akhirnya balik lagi beli DVD blank.

Akhirnya kuinstall Windows 7 64-bit Ultimate versi RTM. Berhubung takut gagal lagi, akhirnya kuputuskan make Virtual PC, jadi Windows XP-ku berjalan di dalam Windows 7. Percobaan pertamaku. Download dari Microsoft installer Virtual PC, install, dan berhasil. Windows XP bisa jalan. Install aplikasi skripshitku.

Apes kedelapan: crack tidak tersedia! Leren download sik! MasyaAlloh, duso opo aku iki.

Saat aku menulis ini, aku masih dalam proses instalasi aplikasi skripshit.

*sigh*

Duh Gusti, kulo pengen lulus, sampun diparingi keruwetan malih. Punika sampun cekap Gusti, kulo nyuwun gampilipun pendamelan kulo.

Amiin.

Mawujud

Ah, aku, dan kamu wahai saudaraku, berhentilah memandang dan menilai semua dari apa yang tampak, apa yang mawujud, dari balik kacamata rasional.

Ada banyak hal di dunia ini yang non-ilmiah, yang nalar pikiran tak mampu menjangkaunya. Dan ketika aku dan kamu memutuskan untuk mengatupkan mata hati untuk lantas memilih sekedar melihat kulit luar, meski sebegitu pekanya penilaian itu, sebegitu hebatnya rumus-rumus tercipta, tetap saja pribadiku dan pribadimu kan menjadi miskin, dengan jiwa yang kerdil, dunia yang sempit.

Tahukah engkau, siapa yang termasuk dalam golongan itu? Yahudi dan Nasrani. Maka berhentilah untuk mengikuti jejaknya. Melihatlah jauh lebih dalam.

Sombong

Ah, semakin sering saja pikiranku mengajak untuk merendahkan orang lain. Pun semakin terbuai lidahku untuk menjelek-jelekkan mereka. Memandang mereka dari atas menara gading dengan hina, meski sejatinya akulah yang di bawah berkubang lumpur.

Duh Gusti, siapalah aku ini dibanding diri-Mu? Dibandingkan luas semesta-Mu? Dibandingkan kedalaman ilmu-Mu? Dibandingkan kemahabijaksanaan-Mu? Dibandingkan keindahan-Mu?

Mohon ampun, Gusti Pangeran. Mohon ampun. Hanya Engkaulah yang berhak sombong dan jumawa.

Ilmu dan Harta

Sigh. Engkau selalu berulang-ulang menekanku.

Jadilah guru, jadilah dosen, jadilah pendidik, jadilah penyebar ilmu. Ilmu itu lebih baik dari harta. Pahalamu akan sangat besar. Hidupmu mulia. Ketika engkau mati, ilmu yang kau tabur akan selalu hidup. Sudahlah, jadilah dosen saja.

Begitu katamu.

Aku tidak ingin. Berulang-ulang kukatakan, passion-ku tidak di sana.

Ketika anak Adam mati, ada 3 amal yang tidak akan pernah terputus. Satu, benar yang kau katakan, ilmu yang bermanfaat. Dua, shodaqoh jariyah. Tiga, anak dan keturunan yang shalih yang selalu mendoakan orang tuanya.

Jadi, bukankah dengan hartaku aku masih bisa mendapatkan pahala yang sama besar dan tak terputus seperti halnya ilmu yang bermanfaat? Apakah memang hanya dengan menjadi guru atau dosen aku bisa menyebarkan ilmuku? Bukankah sama saja ketika aku menyumbangkan hartaku untuk membangun madrasah, majelis ilmu, memberi pekerjaan kepada orang lain, bukankah aku juga akan mendapat kemuliaan? Bukankah aku juga telah menabung untuk hidup akhiratku?

Kenapa tidak engkau pahami juga perkara ini?

Apakah salah aku ingin menjadi kaya dan mengayakan orang lain?

Beri aku satu alasan bahwa pekerjaan yang kupilih adalah munkar, perkerjaanku adalah bathil, pekerjaanku membawa mudharat, pekerjaanku haram, maka aku akan berhenti sekarang juga. Detik ini juga kukubur cita-citaku, kulebur mimpiku. Tetapi tidak, tidak demikian, karena Nabi lah yang memberiku contoh seperti ini.

Jadi, biarlah kali ini aku menentukan sendiri melalui jalan mana aku akan menyambung hidupku.