Ini adalah hari bersejarah. Karena hari ini aku menyadari sedemikian tololnya diriku.
Jadi, begini kisanak, sudah lama aku bermasalah dengan ebook dan bacaan-bacaan yang menggunung tersimpan di komputer. Setiap kali membacanya, mataku selalu pedih, tidak tahan menatap tulisan-tulisan kecil di monitor. Apalagi monitor LCD di kostan kecil, untuk membaca satu halaman mesti scrolling karena tulisan dan tampilannya diperbesar agar terbaca dengan jelas. Intinya, membaca di komputer sungguh tidak nyaman.
Solusinya, ada 3.
Pertama, ngeprint. Ini adalah solusi baheula yang kukenakan untuk buku-buku bagus yang sering kujadikan referensi. Lumayan mahal, mesti keluar ongkos untuk kertas dan tinta printer. Namun experience membaca buku analog sungguh tak tergantikan dengan membaca ebook atau bacaan digital. Solusi pertama memberikan kenyamanan membaca buku yang sebenarnya.
Solusi kedua, beli ebook reader, misalnya Kindle atau iPad. Ebook reader memang didesain untuk membaca buku, portable, dan menjanjikan kenyamanan membaca. Namun, berhubung harga piranti itu di Indonesia masih relatif mahal, terpaut jauh dengan harga aslinya di luar negeri, jadi aku musti menunggu kepulangan temanku yang sekolah di luar negeri untuk mendapatkannya. Tidak lama kok, tahun depan.
_/¯|0
Solusi ketiga, adalah monitor rotation. Solusi sederhana ini adalah yang baru terpikir tadi pagi. Ah betapa bodohnya, baru terpikir sekarang. Dengan cara ini jarak mata dari monitor bisa lebih jauh, dan tidak perlu scrolling layaknya membaca buku sebenarnya. Lantas bagaimana caranya?
Cukup dengan merotasi monitor LCD menjadi portrait, lantas sandarkan di dinding. *DHUAR!*
Namun sebelumnya kulik dahulu setting display di operation system. Aku menggunakan Windows 7, settingnya seperti ini:

Lantas bagaimana bila letak monitor tersebut sedemikian rupa sehingga kita tidak bisa membuatnya bersandar di dinding? Solusinya, pakai book stand, yang tentu saja telah dimodifikasi. Lihat gambar di bawah ini:

Gunakan book stand bekas atau baru yang terbuat dari logam yang lumayan kuat, sekaligus fleksibel, dengan model yang menyerupai gambar di atas. Jangan terlalu lembek, tetapi juga jangan terlalu kokoh. Miringkan sedikit bagian atas penopang buku. Lantas rekatkan penghapus di bagian depan book stand sebagai ganjalan menggunakan lem super, misalnya: Alteco, Super Glue, dsb. Agar lebih aman, gunakan dua penopang buku untuk satu monitor.
Ingat, ini adalah cara akal-akalan untuk monitor yang tidak bisa dipasang secara portrait. Alangkah lebih baiknya, jika berencana untuk membeli monitor LCD/LED baru turut mempertimbangkan faktor rotasi monitor tersebut.
Aaaah, akhirnya.. mari membaca, saudara-saudara!