Sore tadi, di kost, banjir lagi. Air selokan melimpah ruah masuk ke kamar-kamar, bercampur tai, kecoak mati, sampah-sampah, tikus-tikus.
EWWWWW!
Untungnya, kamarku bebas banjir. Aku sudah pindah ke bagian depan rumah. Bagian belakang kost yang terkena banjir. Alhamdulillah.
Dulu, sekitar tahun kedua di Bandung, aku pernah mengalami kejadian memuakkan itu. Gara-gara warga Cisitu yang seenaknya kerja bakti dan membobol semen di kostan untuk membersihkan selokan kecil yang mengalir di bawahnya. Dan banjirlah, ketika hujun turun dengan lebatnya, air selokan masuk ke kamarku bercampur tai-tai, membuat buku-buku ludes.
Untung, aku sudah memperkirakan kemungkinan seperti itu akan terjadi, jadi kupesan meja komputer dan lemari custom made yang lebih tinggi. Komputer, baju-baju, dan kasur aman, hanya buku-buku di rak bawah yang akhirnya musti kujemur. Untungnya lagi, aku memilih puzzle mat ketimbang karpet atau tikar, jadi mudah kulepas dan kucuci.
Kasihan teman-teman kost tadi. Kamarnya, ugh, bau dan berantakan. Rupanya, kurang siap menghadapi banjir. Buku-buku, kasur, bahkan perabot elektronik pun basah.
Melas.
Pelajaran moral sore ini : mari belajar berpikir jauh ke depan, teman-teman.
P.S: Naluri fotogrepe membuatku ingin mengabadikan kejadian sore tadi, tapi akhirnya urung, nggak tega.