Masaru Emoto pernah menjelaskan teori “gelombang”, HADO, di bukunya tentang keajaiban air dan kristalnya yang terkenal.
Kurang lebih intinya seperti ini:
Since all phenomena is at heart resonating energy, by changing the vibration we change the substance.
Nah, pada dasarnya manusia juga sama.
Manusia dan lingkungan masing-masing bervibrasi, mengeluarkan gelombang tersendiri. Mereka beresonansi dan berimplikasi terhadap pembentukan karakter manusia itu, perilakunya, kehidupannya, dsb.
Contoh sederhananya gini, ada anak A selalu saja dibilang bodoh oleh B orang tuanya, dari omongan itu akan berdampak pada karakter si A kelak. Beautiful words create beautiful nature. Ugly words create ugly nature. Kurang lebih gitu, katanya si Emoto. Meski toh gak selalu juga sih menurutku, bisa aja si A malah terpacu untuk jadi orang pintar. Tapi intinya, ada link atau resonansi antar manusia, nggak kelihatan, tapi ada. Mirip-mirip chaos theory kalo di fisika.
Aku jadi inget teori HADO ini gara-gara fenomena tadi siang.
Tadi aku ngirim message di fesbuknya si nduk, bilang kangen. Dia offline. Eh belum ada 10 menit, tau-tau langsung dibales lewat SMS. Padahal dia gak tau aku ngirim message whatsoever. Sinkro. Otakku ngirim brainwave sejauh 400-an mil! AJIIIIP!
P.S: Tiba’e keri-kerine njekethek, CAP CORO!