Machine Sync, part 2

That is seriously cooool!

Masih kepikiran soal sinkro sama mesin tadi. Coba bayangin, jika bisa gitu, kita gak perlu komunikasi dengan mesin lewat bahasa pemrograman komputer, bahasa mesin! Cukup nyamain frekuensi gelombang otak dengan komputer, dan kita bisa memerintah mereka sesuka hati!

C++, C#, Pearl, Ruby, Java, Phyton, PHP, CSS, Fortran, VB, dan lain-lain, sayoooonaraaaaaa!

Damn! I can already see the bright future!

Machine Sync

(9:20:59 AM) RukmaPratista: oyi, chrome iki ngehalangi taskbar HARE
(9:21:13 AM) RukmaPratista: gak eruh lik onok cet melbu malihan
(9:21:31 AM) Hafiz: lah kok iso :O
(9:24:08 AM) RukmaPratista: embuh, malih always on top ngunu i
(9:24:22 AM) RukmaPratista: biyen ora padahal..
(9:25:44 AM) RukmaPratista: LUUUUGH! SWAKTI HARE
(9:25:56 AM) RukmaPratista: wis suwe ilo padahal error’e
(9:26:13 AM) RukmaPratista: baru tak rasani saiki, langsung crash chromeku, trus langsung gak always on top maneh!
(9:26:19 AM) RukmaPratista: SWANGAR!
(9:27:18 AM) RukmaPratista: SWANGAR PEK! serius, spooky… langsung crash metu icon geje ndik chrome iku nang semua halaman sing tak buka, tak refresh dadak langsung gak always on top
(9:28:01 AM) RukmaPratista: koyok’e wavelengthku gak mek sinkro nang menungso thok akhire
(9:28:14 AM) RukmaPratista: nang komputer sisan
(9:28:28 AM) RukmaPratista: SAKTI! JANCIK! jik kaget aku…
(9:29:07 AM) Hafiz: :)
(9:29:11 AM) Hafiz: medheniii :)
(9:29:16 AM) Hafiz: dirasani de’e langsung wedhi
(9:29:25 AM) RukmaPratista: iyo
(9:29:43 AM) RukmaPratista: masuk blog

SPOOOOOKY!

(Meh) Mangan Cacing

Dabuk. Aku masih terbayang-bayang peristiwa kemarin.

Untuk orang Indo, kerikil, helai rambut, atau semut kecil kecampur di makanan itu sudah biasa. Tapi kemarin, ada satu hal ekstraordinari yang ikut kecampur di sayur dan makanan yang kubeli. Awalnya kukira toge, tapi tumis bayam yang biasanya gak pake toge kok jadi ada toge, siji ndil, dan rada lebih besar dari toge. Trus kulihat-lagi, ternyata cacing tanah!

HIIIIII!

Sempet bikin mual sampek malem.

Duh siyal, masih kebayang-bayang sampe sekarang…

Acute Maag

Maag itu ternyata serem.

Entah gara-gara maag atau masuk angin ya, tapi yang jelas tadi aku muntah-muntah. Ini bukan yang pertama kali. Tebakanku, sepertinya gara-gara maag.

Apa jika produksi asam lambung berlebih, jadi nggak kuat mencerna makanan ya? Apa bener begitu? Korelasinya?

Dulu sempat mengira bahwa aku alergi dengan daging bebek. Tiga kali makan bebek selalu muntah. Tetapi, ternyata bukan alergi. Ternyata gara-gara nggak kuat mencerna itu daging. Perut lama kosong, dan ketika diisi, langsung banyak sekaligus, daging alot pula. Muntah. Byor.

Maagku lumayan akut. Dulu pernah, asam lambungnya naik hingga ke kerongkongan. Jadi susah buat nelan makanan. Waktu Ramadhan pula, aku inget. Beuh, menderita banget, saben hari makan bubur ayam untuk buka puasa. Hiii, nggak mau lagi-lagi.

Sekarang aku langsung lemes, makanan yang kumakan sedari pagi tadi sudah kumuntahkan semua.

Ugh.

LDR Sucks

What are the reasons that make LDR really sucks?

Untukku, jawabannya bukan semata-mata karena kita berjauh-jauhan, lantas hasrat tak tersalurkan, kerinduan yang tak tertahankan, atau haus akan belaian (haiyyah).

Tetapi ekspektasi. Pengharapan-pengharapan. Imajinasi. Itu yang membuat hubungan jarak jauh itu menjadi ‘sedikit’ menyeramkan.

Maksudku begini, dua orang, yang menjalani LDR, akan dihadapkan kenyataan bahwa mereka akan tumbuh dan berkembang saling terpisah, berjauhan. Jangan harap keduanya tidak akan berubah. Pasti akan ada perubahan meskipun toh keduanya masih saling suka. Nah, masing-masing akan berubah tanpa ada atau dengan sedikit sekali pengawasan atau ‘kontrol’ satu sama lain. Akhirnya timbul ekspektasi-ekspektasi, si A membayangkan si B ceweknya seperti dalam imajinasinya, si B pun mengharapkan si A menjadi cowok seperti idamannya, si A mengharap si B tak pernah selingkuh, si B mengharap si A sudah siap lahir batin untuk kawin ketika mereka ketemu, dll.

Ketika akhirnya mereka ketemu dan bisa hidup bersama, what a surprise, kenyataan berkata lain. Ekspektasi-ekspektasi itu tidak terpenuhi. Apalagi ketika menjalani LDR semakin lama, maka ekspektasi itu akan semakin menumpuk. Bayangkan jika semua ekspektasi-ekspektasi itu tidak terpenuhi dalam diri masing-masing. Sereeem.

Untungnya, aku bukan orang yang terlalu banyak berharap. I love her just the way she is. Cukup bagiku asal dia masih menganggapku her man dan tidak berpindah ke lain hati (aku percaya dia). Namun, entah bagaimana dengannya, yang jelas aku tak bisa membuat agar dia berlaku sama untuk tidak terlalu mengharap yang muluk-muluk. Yah, semoga saja aku tidak mengecewakan segala ekspektasinya nanti.

Aku harus memperbanyak komunikasi, aku harus menempa diri, itu saja.

Pesbuk Phenomenon

Fulan is i believe i can fly

That’s what I called Pesbuk Status Phenomenon, PSP.

Aku kok nggak bisa ya nulis status Facebook kaya gitu. Bener-bener OCD. Kadang malah kubela-belain nanya si Hafiz ato nanya si nduk yang lebih keminggris apa grammarku udah bener, apa spellingku udah bener. Aku udah bener-bener nggak tahan ngeliat nulis Inggris cara PSP kaya gitu, sampe akhirnya kupost di sini.

Doppelganger

Manusia tidak terdiri dari satu.

Semua manusia pasti mempunyai sosok-sosok yang tidak ingin dia perlihatkan kepada orang lain. Multiple Personality Disorder, dalam kamus psikologi, hanyalah kondisi yang berlebihan terhadap konsep itu. Itu menurutku. Disorder seperti itu hanyalah kondisi dimana mental alter-ego memberontak, mengambil alih ruang dan pemikiran dari kepribadian yang kita coba bentuk, dan dia melebihi ambang batas.

Apa ambang batasnya? Ya, lagi-lagi, society, tolok ukurnya selalu masyarakat. Seperti halnya orang gila, kenapa disebut gila? Mereka waras, menurutku, namun mereka mempunyai dunia sendiri, dunia yang sedikit berbeda dari masyarakat pada umumnya, maka mereka disebut gila. Lebih jelasnya begini, jika seorang ayah merasa bahwa dia adalah seorang ayah, berumur 35 tahun kala itu, lantas keesokan harinya jiwanya berkata bahwa dia adalah seorang anak-anak, umur 10 tahun, lantas keesokan harinya lagi adalah seorang wanita, berumur 25 tahun, sementara masyarakat pada umumnya tidak seperti itu, maka ayah itu mempunyai MPD. Sederhana.

Lantas, apakah ada dari kita yang tidak mempunyai kepribadian ganda, alter-ego? Kepribadian yang kita coba untuk tutupi? Sosok-sosok yang ingin kita tinggalkan dalam gelap, kita rahasiakan? Jika ada, aku meragukannya sebagai manusia. Mungkin dia nabi, namun aku yakin tidak ada lagi nabi, bahkan nabi pun kuyakin mempunyai kepribadian lain, maka dia bukan manusia.

P.S:

Sakjane aku nulis iki ngawur, sumpek, ngelu. Tanpa dasar ilmu, hanya persepsi. Ditulis, karena sosokku yang benar-benar ingin kupendam semakin mengerang untuk muncul ke permukaan.

WOI! AKU BUKAN HOMO! BUKAN ITU! NDUK, AKU MASIH DOYAN KAMU! <- tak dhisik’i sakdurunge ada yang ngasi komen kaya gitu.