Gravakadavra Project, starto!
P.S: World, you just don’t know me yet, be prepared!
Gravakadavra Project, starto!
P.S: World, you just don’t know me yet, be prepared!
Membaca posting tentang darkroom, tiba-tiba bikin aku inget dengan darkroom sederhana di kamar kakakku (sekarang jadi kamarku) dulu.
Alih-alih nyuci dan nyetak foto, well, aku malah mainan dengan kertas grafir dan kertas photo. Iseng. Kugambar Goku, karakter di Dragon Ball, di kertas grafir itu, trus kusorot dengan lampu senter ke arah kertas foto. Lantas kertas fotonya kucelup bentar ke larutan kimia, dan jadilah gambar sketchku di kertas foto, putih di atas hitam.
I really am proud of it. Lebih tepatnya takjub. Dan akhirnya hasilnya kupamerkan ke saudara-saudaraku lainnya.
Terus terang, kalo kupikir-pikir, rasa-rasanya rata-rata anak-anak di Indonesia tidak diperkenalkan kepada sains sejak dini. Termasuk aku. Orang tuaku memang mengajarkan tentang moral dan etika, tetapi untuk ilmu-ilmu eksakta kurasa jarang sekali. Tak ada workshop di rumah dan jarang sekali pendampingan untuk melakukan eksperimen-eksperimen sederhana.
Kalo dibandingkan dengan bule-bule, wah, beda jauh. Einstein aja bisa kayak gitu padahal nggak sekolah formil lho! Trus pernah suatu kali baca blog tentang fotografer yang ngajarin anaknya bikin kamera lubang jarum. Bukan hanya si anak yang antusias, orang tuanya juga.
Harusnya seperti itu. Seperti tagline iklan Rinso, “berani kotor itu baik” Aku pengen jadi orang tua yang seperti itu, yang ngajarin anaknya berpikir analitis dari kecil.
HUWIK!
Mulai keteteran dan mulai kumat OCD-ku: baru aja merampingkan subscribed RSS di Google Reader.
Blog-blog dan situs desain yang lama mati dan hiatus dibuang.
Tinggal 80 pas. Love the number!

Tu foto hasil percobaan photoshop geje tadi sore. Dikasih watermark gedhe welek gitu biar OCD-ne Hafiz membara. Ngamuk-ngamuk. Kakakakakakakak.
(1:03:33 PM) Hafiz: ah thaiii
(1:03:33 PM) Hafiz: tiwas mematahkan hati ae motret sport nggae p&s
(1:04:11 PM) RukmaPratista: wuik, maut, mematahkan hati
(1:04:19 PM) RukmaPratista: masuk blog
Asik rek, kancaku sitok kuwi.
InsyaAlloh, bulan Juli ini, one of my best friends bakal ngadain hajatan gedhe. Menikah.
Aku senang banget ketika dia memintaku untuk turut berperan dalam hajatan itu. Bantu-bantu. Namun, jelasnya apa, kami belum bicarakan lebih lanjut. Kukira kemungkinannya ada dua. Untuk orang ganteng seperti aku, kemungkinan pertama adalah, sudah barang tentu, menjadi salah satu Pagar Bagus. Dan kemungkinan kedua, aku akan didapuk untuk membantu dalam segi dokumentasi, fotografi wedding, candid.
Jujur, aku lebih mengharap menjadi yang kedua. Selain aku pengen belajar wedding photo langsung di lapangan, mempraktekkan semua ilmuku, aku juga ingin mengabadikan momen yang langka itu dari mata kamera. Daripada sekedar berdiri menyambut tamu undangan, kukira memotret akan menjadi persembahanku yang lebih bermakna untuk persahabatan kami.
Maka jadilah. Aku siap-siap, googling. Meski jika nanti pada akhirnya aku didapuk menjadi Pagar Bagus, kukira ilmu ini akan bermanfaat.
Dan aku menemukan artikel ini, tempo hari. Sebuah daftar foto wajib untuk dokumentasi wedding.
Dan ternyata, buanyaaaaak yang harus dipotret. Wuih, mampus aja jika mengandalkan kamera manualku, mampus dah. Mampus jika mesti beli belasan bahkan puluhan roll film, mampus jika mesti transfer dari film ke digital, belum lagi cetaknya, mampus.
Ugh. Pupus harapanku.
Setelah kamera tuaku bener-bener bisa bekerja normal, aku jadi twambah ketagihan motret. Fotografi analog itu sangat menarik. Sangat sangat sangat menarik.
Aku tidak bisa lagi asal jepret, candid, pan and shot ala kamera digital. Aku harus memperhitungkan jumlah foto yang bisa kuambil dalam satu roll film. Terbatas, satu roll hanya 36 foto yang bisa kuambil. Dan lumayan mahal, harganya sekitar 20 ribu. Selain itu, dengan kamera manual itu cahaya harus dikuaskan dengan tepat. Meleset sedikit, runyam, rugi di ongkos.
Wah, pokoknya bener-bener melukis dengan cahaya. Asyik.
Aku mesti mengatur lebar bukaan, mengatur kecepatannya. Bener-bener belajar teknik dari awal karena selama ini aku lebih fokus kepada belajar komposisi ketimbang teknik foto. Yah, memang tidak praktis, memang aku harus keluar duit lebih banyak, tetapi unsur surprise dari hasil cetakan foto nanti adalah nilai tambah tersendiri. Ketika hasilnya bagus, wah, pasti puas banget.
Kutekuni aaah. Semoga berkah.
P.S: Mulai sekarang di Cap Coro ada tag ‘fotogrepe’, kumpulan uraian singkat teknik-teknik fotografi yang kupelajari.
(20:26:28) RukmaPratista: smaller aperture iku maksute bukaane kecil, ato angkane sing kecil (bukaane gedhe) ?
(20:28:05) Hafiz: smaller -> 1/64 misale -> bukaan gede
(20:28:24) Hafiz: maybe
(20:29:03) Hafiz: eh kebalik ya?
(20:29:10) RukmaPratista: hooo iya bener2… soale jarene DOF e tambah deep
(20:30:30) Hafiz: f/2 = big
(20:30:30) Hafiz: f / 32 = small
(20:30:30) Hafiz: f / 64 = does not exist
(20:30:52) RukmaPratista: iyo pancen, kegedhen angkamu lik…hihihi
(20:31:35) RukmaPratista: eh, mbuh se, ra onok ya? wekku iki mek sampek 22
(20:31:45) RukmaPratista: standar
(20:32:21) Hafiz: 32 i nek kene contohe
(20:32:22) Hafiz: f/32
(20:33:56) Hafiz: oh berarti lek kene makin mendelik iku area sing kefokus malah makin kecil yo?
(20:34:23) RukmaPratista: makin gedhe…
(20:34:43) Hafiz: lho padahal lek kene mendelik brarti aperture-e makin lebar kan?
(20:35:14) RukmaPratista: mendelik iku bukaane cilik…
(20:35:19) RukmaPratista: kan?
(20:35:31) Hafiz: lho kok iso?
(20:35:34) Hafiz: haha
(20:35:35) Hafiz: ga paham
(20:35:39) RukmaPratista: kan nyipit…
(20:36:05) RukmaPratista: sik sik ditelpon nduk
(20:36:43) Hafiz: podooo
(20:36:44) Hafiz: wih
(20:36:51) Hafiz: aku yo ditelp safitri
(20:44:26) RukmaPratista: owh iyaaa bener2, aduh kok jadi bego se..
(20:44:48) RukmaPratista: ya ya bener kowe…
(20:45:42) RukmaPratista: aperturenya makin kecil, dadi sing fokus areane lebih kecil…sekelilingny jadi blur, DOF’e deep..
(20:46:43) RukmaPratista: aku tadi mikir apa ya, aku mencerna kalimatmu agak beda..
(20:46:51) RukmaPratista: gara2 si nduk…
(20:48:53) RukmaPratista: sik sik, aku jadi mikir lagi, mendelik itu sebenernya perkara aperture ato perkara focusing se? ngeset fokus gitu..
(20:49:36) RukmaPratista: pertanyaanmu gak sederhana HARE… siyal, ngrasa bego gini…
(20:52:59) RukmaPratista: pek searching’o gih lik wis mari ditelpon, sumpah penasaran aku, konsep mendelik iki ternyata tidak sederhana
(20:53:06) RukmaPratista: bosomu mendelik seeeh
(20:56:48) Hafiz:
(20:56:52) Hafiz: embuh lah
(20:56:55) Hafiz: hehe suean aku telpone
(20:57:06) RukmaPratista: HASHIT, age searchingo i…
(20:57:13) RukmaPratista: aku ra iso googling ilo…
(20:57:37) RukmaPratista: mendelik dalam gelap, ato mendelik focusing se? menarik ini pek.
lanjut
LHE! Fotografer itu apa sih?
Passion kamu apa?
Lek mung pengen motret’i cewek ayu, yo jenenge fotogrepe!
*ngomel gak jelas ke semua fotogrepe*
(fotogrepe, word and meaning, is courtesy of Hafiz Rahman)