Cegukan, hiccup, atau singultus, kata Wikipedia Indo adalah kontraksi tiba-tiba yang tak disengaja pada diafragma, dan umumnya terjadi berulang-ulang setiap menitnya. Udara yang tiba-tiba lewat ke dalam paru-paru menyebabkan glottis (ruang antara pita suara) menutup, serta menyebabkan terjadinya suara hik.
Cara yang selalu kupakai dan tak pernah gagal untuk menghentikan cegukan adalah dengan minum air putih, seringkali cukup satu teguk, dengan posisi badan membungkuk dan leher menjulur lurus ke depan seperti ruku’ dalam sholat. Orang Jepang yang seingatku menemukan metode ini.
Tak pernah gagal.
Barusan ini tadi, keponakanku cegukan. Kusarankan mengatasinya dengan caraku. Lagi-lagi berhasil.
Lantas aku berpikir bahwa mungkin ruku’ dalam sholat itu juga bermanfaat untuk mengatur aliran udara dalam paru-paru, atau kesehatan diafragma atau entah apa. Mungkin ada kaitan medis lain yang belum diketahui selain yang selama ini cukup terkenal yaitu untuk menjaga kesehatan punggung dan tulang belakang.
Trivia-trivia remeh seperti inilah yang senantiasa menambah keyakinanku kepada Tuhanku.
Alkhamdulillah. Segala puji untuk-Mu, ya Rabb.