Cap Coro ™

RukmaPratista

  • 09:27:12 am on November 14, 2009 | # | 6
    Tag:, , , , , , ,

    Hmm, dari dulu aku memang rada nyleneh urusan selera musik.

    Well, dulu, teman-temanku di SMP dan SMA gila betul dengan yang namanya gitar dan drum. Nah aku, malah milih biola dan belajar musik klasik. Ketika jamannya pop, softrock, dan ska melanda, aku milih ndengerin J-Pop dan J-Rock. Trus, muncullah band-band emo dan cengkok-cengkok melayu, aku menepi dan memilih jazz dan bossanova.

    Tapi ada satu yang dari dulu tidak berubah: aku suka musik lokal dan tradisional. World music.

    Kelas 5 SD sudah piawai betul aku memainkan kolintang, bagian melodis pula (sekarang udah lupa). Kelas 3 SMP, bereksperimen dengan musik 2 warna gabungan antara gamelan yang pentatonis dan alat musik heptatonis. Hasilnya, nilai ujian kelompokku langsung 9! Kekekekek. Lantas, sejak dikenalkan kepada violinist keroncong (yang udah main musik dari jaman penjajahan) oleh guru biolaku, aku jadi lumayan demen juga dengan keroncong. Kalo denger keroncong itu rasanya ayeeeem gitu.

    Coba dengerin yang satu ini: Keroncong in Lounge — Something Stupid. MAK JROT!

    ^^

    P.S: Pengen albumnya Kua Etnika yang baru, JANCUK ato apa gitu judulnya.

     

Comments


Leave a Comment